~Love Islam~

~Free Palestine~

`Larangan Hampiri Zina`

Thursday, August 20, 2009

Beriman dalam pergaulan mampu elak perbuatan zina


SAYA mempunyai seorang adik ipar perempuan yang bekerja dan duduk berasingan daripada keluarga. Beliau berumur sekitar awal 20-an. Beliau bercinta secara senyap-senyap kerana hubungan tidak direstui keluarga kedua-dua pihak. Teman lelakinya muda dua tahun daripadanya dan masih belajar. Baru-baru ini saya jumpa gambar mereka berdua berlatarbelakangkan bilik tidur yang jelas mereka berzina. Kami amat malu untuk menceritakan pada sesiapa dan tidak tergamak melaporkan kepada orang tuanya. Kami terfikir untuk bersemuka dengan adik ipar. Kami ingin menasihatkan supaya bertaubat. Kami masih bingung bagaimana caranya untuk menghadapi adik kami ini.

Kakak ipar prihatin

———————————

SAYA simpati dengan apa yang dilalui puan. Puan perlu membuat persiapan mental dan kekuatan jiwa untuk menghadapi musibah ini.

Cara bersemuka juga perlu secara rasional dan matang. Puan berdua perlu memahami sebenar-benarnya dan memantapkan konsep laa taqrabuz zina untuk meyakinkan adik nanti. Kebingungan akan hilang apabila keyakinan mengambil tempat dalam diri. Dalam pada itu sentiasalah mendoakan secara khusus dan serulah namanya apabila berdoa setiap kali habis sembahyang.

Sebelum iman seseorang itu mampu menjadi benteng untuk menolak godaan syaitan, dia mesti memahami dulu apa itu iman. Secara ringkasnya iman itu ialah menetapkan keyakinan di hati, membenarkan dengan lisan dan membuktikan dengan amal.

Dalam konteks zina, seseorang itu mesti beriman dengan perintah atau larangan Allah tentang zina dan perbuatan yang menjurus kepadanya. Semua garis panduan, arahan dan tegahan dinyatakan dengan jelas di dalam al-Quran dan hadis Rasulullah. Di dalam al- Quran, Allah berfirman yang bermaksud “Jangan kamu hampiri zina, sesungguhnya ia amat keji dan jalan yang sangat buruk”.

Seseorang yang beriman dengan tuntutan ayat ini akan meletakkan keyakinan di dalam dirinya, membenarkannya dan beramal secara praktikal terhadap tuntutan ayat ini.

Masalah yang berlaku pada hari ini, umat Islam yang tidak memahami tuntutan ‘jangan kamu hampiri zina’ membuka pintu ke arah maksiat zina seluas-luasnya. Apabila pintu sudah terbuka dan syahwat sudah teransang amat payah malah mustahil untuk mengelak terjebak dalam kancah perzinaan.

Oleh itu sering kali kita mendengar pasangan mengaku terlanjur sehingga melakukan perbuatan terkutuk. Sebenarnya mereka tidak terlanjur kerana mereka menempah untuk melakukan perbuatan itu sejak awal lagi iaitu pada saat mula pertemuan.

Prof Hamka pernah didatangi oleh seorang ibu yang menangis teresak-esak mengadukan hal anaknya yang mengandung di luar nikah, sedangkan anaknya seorang yang taat mendirikan solat. Prof Hamka menjelaskan, solat hanya mampu menyelamatkan seseorang daripada kejahatan dan kemaksiatan jika jalan menuju kemaksiatan itu tidak ditempuh.

Ubat kepada menjauhi zina kata beliau ‘jangan didekat’! seperti yang disarankan oleh al-Quran. Apa yang boleh kita rumuskan di sini ialah puan perlu memujuk adik ipar puan untuk memahami hakikat ini. Selagi dia tidak memahami tuntutan iman dalam kehidupan dan tuntutan iman dalam perkara yang berkaitan dengan hubungan silang jantina yang boleh membawa kepada maksiat zina, selagi itulah dia akan terus hanyut.

Saranan saya pujuk adik ipar puan untuk kembali kepada jalan orang yang beriman. Tetapi bukan dengan jalan memarahi atau menyalahkannya.

Ia memerlukan suasana pembelajaran yang memberi tumpuan kepada aspek membina kefahaman. Sebaiknya adik puan perlu disusun di dalam sistem halaqah atau usrah di mana aspek asas di dalam Islam seperti iman boleh dipelajari secara sistematik dan berterusan.

Wanita JIM adalah satu contoh di mana usaha seperti ini dilakukan secara berterusan. Puan boleh dapatkan maklumat untuk menghubungi mana-mana cawangan atau daerah JIM di mana puan berada.

Di samping itu jika keadaan sudah tidak terkawal maka saya sarankan supaya puan menghubungi Raudathus Sakinah, sebuah institusi perlindungan remaja puteri yang diusahakan oleh Wanita JIM dalam membimbing anak remaja yang terjebak dalam masalah seumpama ini. Puan boleh dapatkan maklumat Wanita JIM dan Raudathus Sakinah dengan menghubungi ibu pejabat JIM di talian 03-41073379.

Jawapan disediakan Pensyarah Universiti Putra Malaysia, Dr Hafidzi Mohd Noor, dengan kerjasama Wanita JIM. Segala persoalan dan jawapan boleh layari www.bicarakalbu.blogspot.com

Read more...

Hukuman Dunia dan Akhirat bagi PENZINA~

Zina, Dosanya, Hukumannya Di Dunia Di Dalam Syari'at Allah Dan Adzabnya di


HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK-1/4-


Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat




Zina adalah dosa yang sangat besar dan sangat keji serta seburuk-buruk jalan yang ditempuh oleh seseorang berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang)” [Al-Israa : 32]

Para ulama menjelaskan bahwa firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Janganlah kamu mendekati zina”, maknanya lebih dalam dari perkataan : “Janganlah kamu berzina” yang artinya : Dan janganlah kamu mendekati sedikit pun juga dari pada zina [1]. Yakni : Janganlah kamu mendekati yang berhubungan dengan zina dan membawa kepada zina apalagi sampai berzina. [2]

Faahisah adalah = maksiat yang sangat buruk dan jelek
Wa saa’a sabiila = karena akan membawa orang yang melakukannya ke dalam neraka.

Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa zina termasuk Al-Kabaa’ir (dosa-dosa besar) berdasarkan ayat di atas dan sabda Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Apabila seorang hamba berzina keluarlah iman [3] darinya. Lalu iman itu berada di atas kepalanya seperti naungan, maka apabila dia telah bertaubat, kembali lagi iman itu kepadanya” [Hadits shahih riwayat Abu Dawud no. 4690 dari jalan Abu Hurairah]

Berkata Ibnu Abbas. : “Dicabut cahaya (nur) keimanan di dalam zina” [Riwayat Bukhari di awal kitab Hudud, Fathul Bari 12:58-59]

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Dari Abi Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak akan berzina seorang yang berzina ketika dia berzina padahal dia seorang mukmin. Dan tidak akan meminum khamr ketika dia meminumnya padahal dia seorang mukmin. Dan tidak akan mencuri ketika dia mencuri padahal dia seorang mukmin. Dan tidak akan merampas barang yang manusia (orang banyak) melihat kepadanya dengan mata-mata mereka ketika dia merampas barang tersebut pada dia seorang mukmin” [Hadits shahih riwayat Bukhari no. 2475, 5578, 6772, 6810 dan Muslim 1/54-55]

Maksud dari hadits yang mulia ini ialah :
Pertama : Bahwa sifat seorang mukmin tidak berzina dan seterusnya.
Kedua : Apabila seorang mukmin itu berzina dan seterusnya maka hilanglah kesempurnaan iman dari dirinya”[4]

Di antara sifat “ibaadur Rahman” [5] ialah : ‘tidak berzina’. Maka apabila seorang itu melakukan zina, niscaya hilanglah sifat-sifat mulia dari dirinya bersama hilangnya kesempurnaan iman dan nur keimannya. [6]

Setelah kita mengetahui berdasarkan nur Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa zina termasuk ke dalam Al-Kabaair (dosa-dosa besar) maka akan lebih besar lagi dosanya apabila kita melihat siapa yang melakukannya dan kepada siapa?

Kalau zina itu dilakukan oleh orang yang telah tua, maka dosanya akan lebih besar lagi berdasarkan sabda Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Ada tiga golongan (manusia) yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka siksa yang sangat pedih, yaitu ; Orang tua yang berzina, raja yang pendusta (pembohong) dan orang miskin yang sombong” [Hadits shahih riwayat Muslim 1/72 dari jalan Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti diatas]

Demikian juga apabila dilakukan oleh orang yang telah nikah atau pernah merasakan nikah yang shahih baik sekarang ini sebagai suami atau istri atau duda atau janda, sama saja, dosanya sangat besar dan hukumannya sangat berat yang setimpal dengan perbuatan mereka, yaitu didera sebanyak seratus kali kemudian di rajam sampai mati atau cukup di rajam saja. Adapun bagi laki-laki yang masih bujang atau dan anak gadis hukumnya didera seratus kali kemudian diasingkan (dibuang) selama satu tahun. Dengan melihat kepada perbedaan hukuman dunia maka para ulama memutuskan berbeda juga besarnya dosa zina itu dari dosa besar kepada yang lebih besar dan sebesar-besar dosa besar. Mereka melihat siapa yang melakukannya dan kepada siapa dilakukannya.

Kemudian, kalau kita melihat kepada siapa dilakukannya, maka apabila seorang itu berzina dengan isteri tetangganya, masuklah dia kedalam sebesar-besar dosa besar (baca kembali haditsnya di fasal kedua dari jalan Ibnu Mas’ud). Dan lebih membinasakan lagi apabila zina itu dilakukan kepada mahramnya seperti kepada ibu kandung, ibu tiri, anak, saudara kandung, keponakan, bibinya dan lain-lain yang ada hubungan mahram, maka hukumannya adalah bunuh. [7]

Setelah kita mengetahui serba sedikit tentang zina [8], dan dosanya, hukumannya di dunia di dalam syari’at Allah dan adzabnya di akhirat yang akan membawa para penzina terpanggang di dalam neraka, sekarang tibalah bagi kami untuk mejelaskan pokok permasalahan di dalam fasal ini yaitu hamil di luar nikah dan masalah nasab anak. Dalam fasal ini ada beberapa kejadian yang masing-masing berbeda hukumnya, maka kami berkata:

[Disalin dari kitab Menanti Buah Hati Dan Hadiah Untuk Yang Dinanti, Penulis Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit Darul Qolam Jakarta, Cetakan I – Th 1423H/2002M]
__________
Foote Note
[1]. Tafsir Al-Qurthubiy, Juz 10 hal. 253
[2]. Tafsir Ruhul Ma’aaniy Juz 15 hal. 67-68 Al-Imam Al-Aluwsiy Al-Baghdadi. Tafsir Bahrul Muhith Juz 6 hal. 33.
[3]. Yang dimaksud “kesempurnaan iman dan cahayanya” baca syarah hadits ini di Faidlul Qadir Syarah Jami’ush Shagir 1/367 no. 660
[4]. Lihat syarah hadits ini di Fathul Bari no. 6772 Syarah Muslim Juz.2 hal.41-45 Imam An-Nawawi. Kitabul Iman oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah hal.239, 240
[5]. Tafsir Ibnu Katsir surat Al-Furqan ayat 68
[6]. Lihatlah tentang permasalahan zina, kerusakannya, hukumannya, dosanya, siksanya di kitab Jawaaabul Kaafiy, hal. 223 -239 dan 240 – 249 oleh Al-Imam Ibnul Qayyim
[7]. Tafsir Ibnu Katsir surat An-Nisaa ayat 22
[8]. Keluasan masalah zina dapat dibaca dan diteliti di kitab-kitab fiqih dan syarah hadits.

Read more...

~The Dangerous of ZINA~

Bahaya Zina

DIkirim oleh mohd masri di November 14, 2007

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Zina adalah dosa yang sangat besar dan sangat keji serta seburuk-buruk jalan yang ditempuh oleh seseorang berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Ertinya : Dan janganlah kamu mendekati zina, kerana sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang)” (Al-Israa : 32)

Para ulama menjelaskan bahawa firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Janganlah kamu mendekati zina”, maknanya lebih dalam daripada perkataan : “Janganlah kamu berzina” yang ertinya : Dan janganlah kamu mendekati sedikit pun juga daripada zina (1). Yakni : Janganlah kamu mendekati apa-apa yang berhubungan dengan zina dan membawa kepada zina apalagi sampai berzina. (2)

Faahisah adalah = maksiat yang sangat buruk dan jelek
Wa saa’a sabiila = kerana akan membawa orang yang melakukannya ke dalam neraka.

Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahawa zina termasuk Al-Kabaa’ir (dosa-dosa besar) berdasarkan ayat di atas dan sabda Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Ertinya : Apabila seorang hamba berzina keluarlah iman (3) darinya. Lalu iman itu berada di atas kepalanya seperti naungan, maka apabila dia telah bertaubat, kembali lagi iman itu kepadanya” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud no. 4690 dari jalan Abu Hurairah)

Berkata Ibnu Abbas. : “Dicabut cahaya (nur) keimanan di dalam zina” (Riwayat Bukhari di awal kitab Hudud, Fathul Bari 12:58-59)

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Ertinya : Dari Abi Hurairah, dia berkata : Telah bersabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak akan berzina seorang yang berzina ketika dia berzina padahal dia seorang mukmin. Dan tidak akan meminum arak ketika dia meminumnya padahal dia seorang mukmin. Dan tidak akan mencuri ketika dia mencuri padahal dia seorang mukmin. Dan tidak akan merampas barang yang manusia (orang ramai) melihat kepadanya dengan mata-mata mereka ketika dia merampas barang tersebut pada ketika dia seorang mukmin” (Hadits shahih riwayat Bukhari no. 2475, 5578, 6772, 6810 dan Muslim 1/54-55)

Maksud dari hadits yang mulia ini ialah :
Pertama : Bahawa sifat seorang mukmin tidak berzina dan seterusnya.
Kedua : Apabila seorang mukmin itu berzina dan seterusnya maka hilanglah kesempurnaan iman dari dirinya”(4)

Di antara sifat “ibaadur Rahman” (5) ialah : ‘tidak berzina’. Maka apabila seorang itu melakukan zina, nescaya hilanglah sifat-sifat mulia dari dirinya bersama hilangnya kesempurnaan iman dan nur keimannya. (6)

Setelah kita mengetahui berdasarkan nur Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahawa zina termasuk ke dalam Al-Kabaair (dosa-dosa besar) maka akan lebih besar lagi dosanya apabila kita melihat siapa yang melakukannya dan kepada siapa?

Kalau zina itu dilakukan oleh orang yang telah tua, maka dosanya akan lebih besar lagi berdasarkan sabda Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Ertinya : Ada tiga golongan (manusia) yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka seksa yang sangat pedih, yaitu ; Orang tua yang berzina, raja yang pendusta (pembohong) dan orang miskin yang sombong” (Hadits shahih riwayat Muslim 1/72 dari jalan Abu Hurairah, dia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti diatas)

Demikian juga apabila dilakukan oleh orang yang telah bernikah atau pernah merasakan nikah yang shahih baik sekarang ini sebagai suami atau isteri atau duda atau janda, sama saja, dosanya sangat besar dan hukumannya sangat berat yang setimpal dengan perbuatan mereka, yaitu didera sebanyak seratus kali kemudian di rejam sampai mati atau cukup di rejam saja. Adapun bagi lelaki yang masih bujang atau dan anak gadis hukumnya didera seratus kali kemudian diasingkan (dibuang) selama satu tahun. Dengan melihat kepada perbezaan hukuman dunia maka para ulama memutuskan berbeza juga besarnya dosa zina itu dari dosa besar kepada yang lebih besar dan sebesar-besar dosa besar. Mereka melihat siapa yang melakukannya dan kepada siapa dilakukannya.

Kemudian, kalau kita melihat kepada siapa dilakukannya, maka apabila seorang itu berzina dengan isteri tetangganya, masuklah dia kedalam sebesar-besar dosa besar (baca kembali haditsnya di fasal kedua dari jalan Ibnu Mas’ud). Dan lebih membinasakan lagi apabila zina itu dilakukan kepada mahramnya seperti kepada ibu kandung, ibu tiri, anak, saudara kandung, keponakan, bibinya dan lain-lain yang ada hubungan mahram, maka hukumannya adalah bunuh. (7)

Setelah kita mengetahui serba sedikit tentang zina (8), dan dosanya, hukumannya di dunia di dalam syari’at Allah dan adzabnya di akhirat yang akan membawa para penzina terpanggang di dalam neraka, sekarang tibalah bagi kami untuk mejelaskan pokok permasalahan di dalam fasal ini yaitu hamil di luar nikah dan masalah nasab anak. Dalam fasal ini ada beberapa kejadian yang masing-masing berbeza hukumnya, maka kami berkata:

(Disalin dari kitab Menanti Buah Hati Dan Hadiah Untuk Yang Dinanti, Penulis Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit Darul Qolam Jakarta, Cetakan I – Th 1423H/2002M)
__________
Foote Note
(1). Tafsir Al-Qurthubiy, Juz 10 hal. 253
(2). Tafsir Ruhul Ma’aaniy Juz 15 hal. 67-68 Al-Imam Al-Aluwsiy Al-Baghdadi. Tafsir Bahrul Muhith Juz 6 hal. 33.
(3). Yang dimaksud “kesempurnaan iman dan cahayanya” baca syarah hadits ini di Faidlul Qadir Syarah Jami’ush Shagir 1/367 no. 660
(4). Lihat syarah hadits ini di Fathul Bari no. 6772 Syarah Muslim Juz.2 hal.41-45 Imam An-Nawawi. Kitabul Iman oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah hal.239, 240
(5). Tafsir Ibnu Katsir surat Al-Furqan ayat 68
(6). Lihatlah tentang permasalahan zina, kerusakannya, hukumannya, dosanya, seksanya di kitab Jawaaabul Kaafiy, hal. 223 -239 dan 240 – 249 oleh Al-Imam Ibnul Qayyim
(7). Tafsir Ibnu Katsir surat An-Nisaa ayat 22
(8). Keluasan masalah zina dapat dibaca dan diteliti di kitab-kitab fiqih dan syarah hadits.

Read more...

What Is ZINA HATI?????

Zina Hati...Apakah itu?


Dah lama rasanya tak menulis. Maaf kerana sibuk. Post ini juga mungkin hanya satu persoalan yg dilontarkan kpd ana untuk menjawabnya, dalam keadaan ramai lagi yg lebih layak untuk menjawabnya. Namun, sebagai memenuhi hak iaitu meraikan si penyoal, maka aku cuba juga kupaskan isu yang sudah lamma berlegar2 di alam maya ini.

Soalannya, "boleh tak buat post tentang zina hati?? ana teringin nak tahu.."

Lalu, mulalah aku cuba menulis sebagai jawapan mengikut ilmu dan kefahamanku yang memang tak seberapa ini.

Zina hati ialah satu perkataan yang ntah beberapa tahun yang lalau mula muncul di web2 islamik yang mana banyak menggemparkan kebanyakkan orang. Mestilah, bunyinya pun dah menggerunkan. Tapi, kupasan tentangnya hanyalah separuh2, ataupun tidak dibuat oleh org yg ahli dlm bidang ini (aku juga bukan orang yang ahli) yang hanya sekadar mengikut logik akal saja. Ini membuatkan ramai org yg keliru, ataupun faham separuh jalan saja. Jadi, mule2 sekali, dari manakah terbitnya perkataan tuh?

"Zina mata dengan melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bercakap, tangan zinanya berpegangan, kaki zinanya melangkah dan hati yang berhasrat, membayangi,dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kemaluan alat sulit kelamin atau digagalkannya." (HR Bukhari).
Rujukan:Kitab Riyadhus Solihin dalam Bab larangan melihat Wanita.

Dari situlah sebenarnya terbitnya perkataan 'ZIna Hati'. Memandangkan ini perkara ini adalah soalan yang biasa dikupas, lalu aku bukanlah mahu menghuraikannya lebih lanjut memandangkan aku bukanlah orang yang layak. Namun, apa yang penting soalan2 ataupun kemusykilan yang selalu berlegar2 di fikiran.

Sebelum itu, semua org pasti sudah maklum dengan perkara berkaitan hati. Apabila disebut hati, maka tak boleh lari dari ilmu 'Tasawwuf'. Jadi, jelas ianya bukanlah sesuatu yang boleh diterangkan oleh org2 sebarangan. Jadi, untuk meyakinkan anda semua, aku akan menulis berdasarkan ilmu tasawwuf yg telah ku pelajari setakat ini.

Berikut adalah soalan2 famous yang telah menerjahku sejak zina hati semakin berleluasa kebelakangan ini..

Kemusykilan pertama: "apakah maksud detail zina hati?"

al-jawab: Jika dilihat di atas, zina hati diterjemahkan kepada 3 iaitu: berhasrat,berharap,membanyangi. Jika dilihat dari terjemahan melayu yang lainnya pula ada yang mengatakan merindui dan mengingini. Walaubagaimanapun, hiraiannya tidaklah menyimpang jauh ke mana. Maaf, matan hadis dalam bahasa arab tidak dapat diletakkan atas beberapa masalah.

Baiklah, mari kita lihat dulu mengapa ia dinamakan zina hati. Berbalik kepada Al-Qur'an: "janganlah kamu mendekati zina" (al-isra':32)

Lalu, apa yang dikatakan hadis tadi semuanya menjurus kepada zina dan semuanya adalah dilarang dalam Islam bertepatan dengan ayat ini dalam kalimah "mendekati". Dari sini, kita dapat faham bahawa apa yg dikatakan sebagai zina hati itu ialah "perasaan dalam hati yang mendorong ke arah penzinaan". Harap maklum.

Kemusykilan kedua: "adakah apabila kita minat seseorang, lalu hati kita asik teringat padanya, itu termasuk zina hati?"

al-jawab: Islam adalah agama yang menghormati fitrah manusia. Rasanya semua maklum. Namun fitrah itu juga bukanlah sewenang2nya diikuti sehingga menimbulkan fitnah. Dalam keadaan ini, perasaan minat pada manusia itu adalah fitrah. Lalu, adakah itu termsuk fitrah yang dilarang atau yg dihalalkan?

Jawapannya, perasaan minat kepada seseorang itu bukanlah termasuk zina hati. Ianya termasuk dalam fitrah manusia yang mana amat dihormati oleh Islam dan halal jika tidak secara berlebihan (contohnya x makan, x minum, samapi tinggal solat, termenung x tentu pasal, dan lain2). Walaubagaimanapun, bagi mereka yang menjaga wara'nya ataupun amat takut dengan taqwanya akan rosak, lalu eloklah dijauhkan. Ini kerana, walaupun perasaan itu tidak haram ianya boleh merosakkan kesempurnaan ibadah seseorang dan kesucian hati. Tetapi, sekali lagi diingatkan, ianya halal selagi tidak memudharatkan diri.

PERINGATAN: Baca penulisan ini sehingga habis kerana soal perasaan ini akan di detailkan lagi..


Kemusykilan ketiga: "abehtu, apakah yang termasuk dalam zina hati?"

al-jawab: Perasaan minat juga boleh termasuk dalam zina hati. Aikk? camne lak tuh? tadi cakap tak...

ia boleh jika kita minat padanya sehingga kita terbayang2 pada minda, ataupun kelopak mata kita. Inilah yang ditafsirkan oleh hadis tadi sebagai membayangi. Membayangkan seseorang yang kita minat pada otak akan membawa kepada benda yang lebih melarat. Lebih2 lagi jika kita membayangi aurat si dia. Lalu, itu secara jelasnya termasuk dalam zina hati. ianya adalah HARAM dan dilarang keras dalam Islam.

(rujukan: Minhajul 'Abidin karya Imam Ghazali dan Hikam ibnu 'Atoillah)

KESIMPULAN

Sesuatu yang kita wajar jaga semestinya kita perlu jaga. Begitu juga perkara2 yang dikatakan halal dalam islam tapi boleh mendatangkan kepada haram. Sekiranya kita mampu dan berdaya untuk menjauhkan daripadanya, jauhkanlah dan jagalah dirimu.

Seperti juga kemusykilan kedua tadi. Perasaan minat tidak boleh dilawan kerana ianya akan meletup dan memudharatkan diri serta orang lain. Tapi, sebaiknya DIKAWAL. Contoh terbaik ialah bagaimana Imam Syafie'. Ketika dia mengadu kenapa pada hari itu dia susah untuk mengingati hafalannya. Apabila disuruh mengingati dosanya, lalu teringat dia tatkala dalam perjalanan, dia TERnampak betis seorang wanita yng kainnya ditiup angin. Seperti kita maklum, pandangan pertama itu bukanlah haram, tapi walaupun halal, tetapi ianya tetap mendatangkan kesan kepada hatinya.

Namun, bagi mereka yang sudahpun dilanda oleh perkara2 seperti ini dan tidak dapat lagi menjauhkan diri, lalu disarankan janganlah terus sahaja melawan perasaan dengan alasan tadi. Sesudngguhnya, apa halal itu tetap halal sekiranya kita dapat KAWAL. Tiada salahnya memendam perasaa pada seseorang. Tetapi janganlah sehingga berlaku kesan pada diri sendiri dan manusia skeliling yg tidak elok.

TAPI, PERASAAN ITU TIDAK SALAH.. yANG SALAHNYA IALAH PERBUATAN YANG LAHIR DARIPADA PERASAAN ITU..

Sekian dariku yang terAMAT..AMAT..AMAT.. dhaif..

Read more...

Zina Hati STORY (Part 2)

Pernah seketika dulu saya rase saya xberguna.. Duk dlm kelas kwn2 sume xsuke..Saya nk join org diorg kata saya nyibuk..Ade gk yg kate saya kuat emo..Sket2 nk mrh..Pdhal sbnanye saya nk tgo diorg wat slh..







Pstu saya cube wat lwk konon nk tarik perhatian org len ,saya pnye gmbira bila ade org glk ngn lwk saya espcially dak2 pmpuan..Dk2 laki sume kate saya mat capap.. tapi saya xkesah.. asalkan ade yg terhibur..







Tapi saya tetap merasakan kekosongan..Mmg lumrah manusia..Sorg lelaki akn tertarik kpd wanita..Cmtulah yg saya rasa..Saya tgk kwn2 dh ade yg couple..kt hostel sms2 awek smpi pg..ade yg call awek smpi 1 mlm leh abis 10 rggit..







Saya mule fikir..
Adakah aku perlu BERCINTA? Dgn mnggunakan akal sorg plajar Universitiitu..saya pn mule mnanam tekad utk bercouple..dn mse tu la saya tackle awk.. saya rse saya dh jmpe org yg plg pntg dlm idup saya..







Mula2 awk jual mhl..tapi saya xkesah..nk bli gk..huhu..lst2 pndek cte..saya pn mulalah BERCINTA..







Mse brcinta,mmg saya sgt2 bersemangat Ape org minang kate..ALL OUT lah..huhu~~Saya salu call awk,awk pn salu call saya..gayut mlm2..kdg2 saya pn abis rm10 1 mlm..Tapi sgala PENGORBANAN yg dilakukan mse tu.. Xtrase pn kehilangannye..







Mse bercinta mmg indah..Sumenye indah..Sket2 guro2 n glak2 Kalo merajuk men pujuk2..Kalo birthday men wish2..







Utk diri ni,trasa amat bhagia..Sbb mse tu la trase diri ni dihargai..Saya prnh pikir.. Biarlah kwn2 saya tu pndg saya smcm n kata saya mcm2..Aslkan awk memahami saya..







Satu hr saya dgr ceramah..Alhamdulillah.. Dlm ceramah tu saya sedar,saya byk wat dosa n saya kna brubah..Hidup saya msti selari ngn islam..Saya kne jadi baik..Sbb mmg tu fitrah manusia..Ignkn kebaikan..sume org nk msuk syurga kn?







Sejak dr tu saya mula rapatkn diri ngn msjid..Rapatkan diri ngn Al-Quran..Salu smyg jemaah..Salu dgr tazkirah..







Saya xnk jd baik sorg2..so saya ajak awk skali..Saya ajk awk bce quran..saya ajk kjut awk bgun subuh..(calling) saya ajk awk bg2 tazkirah..







Mula2 mgkin awk trkejut ngn perubahan saya..Awk igt saya dh nk jd alim, nk brenti couple.Saya kate,kite bkn wat salah..bercinta kerana Allah..Kite couple x mcm org len..Org len couple jiwang2 je..ade yg siap wat mksiat lg..pgg2 tgn n so on..Tapi kita couple baik2..Jge batas2 syaaro’.. xnk gune ayat jiwang2 jnji xnk jmpe dah,tkut brlaku mksiat..







Dan awk trima perubahan saya tu..Saya pn byk nasihat awk..Awk pn trima.. Walopn kdg2 awk merajuk sbb tguran saya tu awk xdpt nk adapt.. tapi saya phm,prubahan mmrlukan mse..Dan akhirnya saya rasa..Hubungan kita semakin diredhai.. Saya salu doa supeya kita akn kekal smpi ke gerbang perkahwinan..










Dlm proses prubahan saya,
Saya mula sedar Dakwah itu wajib.. Kita kne mnyampaikan pd org ttg kbenaran.Kalo x..kita akan dipertanggungjwbkn oleh Allah di akhirat kelak.sesuai dgn firmanNya dlm surah Al-A’raf,
surah ke 7,ayat ke 164:




“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu,dan supaya mereka bertakwa”.







Pstu saya mulala bg tzkirah pd kwn2..adek2..Tgo diorg ape2 je yg diorg wat silap.. Saya xleh thn bile tgk org wat slh/dose.. Saya msti nk tgo. Selemah2 iman tgo ngn ati, oleh sbb saya nk jd org kuat iman..pe lg..tgo je la direct..huhu~~







Pstu satu mse..saya trbace psl couple..







“COUPLE HARAM”







Saya xcye..tapi bile bce detail2 yg die bg..cm btul lak..huhu~~ tapi biase la kan..kalo kite suke satu mnde tu..kite ttapi akn cri alsn utk mneguhkn pndpt kita..







Saya pn wt tatau psl mnde tu..N truskn je hubungan kite..kite x buat mksiat..Kita x jln2 pgg tgn..X jiwang2..Juz saling ambil berat..Tnye kaba..Borak2..Siap bg tzkirah2 lg..Pe yg haramnye ngn mnde cmni kn? huhu~~







Xkesahlah..







Mse trus berlalu…







Mse ni dh nk dkt mid term lg 3mggu kot..ntah..lupe la..xctat dlm diary..sbb saya xde diari pon..huhu..Dlm mse tu, saya mmg rajin aja2 kwn..Pd mse yg sme bg tzkirah kt diorg..







Ade yg respek..ade yg prospek..(pndg slack) Kdg2 bile tgur..saya kne marah balik..mcm2 la ade kate tgur x berhikmah..ade yg kate saya poyo je..Tapi xpe..saya ade tmpt ngadu..huhu~~







Suatu masa..ktika sdg mntadabbur Al-Quran sorgdiri..saya trtjmpe ayat ni..







Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan,
sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri,
padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)?
Maka tidakkah kamu berpikir? (Al-Baqarah, ayat 44)







Saya pn trfikir..







“Slama ni aku dok tgo org je.Tapi aku sndri msih byk kekurangan,Cpt mrh, suka buang mse,ade gk dose2 kcik yg msih dilakukan..cmne yek?”







Pstu trjmpe lak ayat ni..







Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.
(Al-Baqarah ayat 42)







Tetibe saya trfikir satu kritikan kwn..







“Ala ko tu..ckp brasap..gaye alim,tapi couple gk..sme je ko ngn kitorg..tgo org konon..”







Berfikir sejenak..Sbnanye brcouple ni leh ke x? Adakah slame ni saya hnye mnganggap ia boleh? Dh tu, npe saya rse malu bile mak dan ayah tau saya slalu contact prmpuan? Dan terkadang rasa serbe salah?







Mcm2 yg saya fikir..







Dipendekkan crita lg skali..saya ke penang utk mngikuti satu seminar dkwh..Saya hrp dgn seminar ni kefahaman saya mngenai dakwah akn lbih mntapi..







Sblum g sminar tu..saya stil sms2 lg ngn awk..tnye khbr..smpt lg psn2 spye jgn lpe bce quran
arini..dlm pikiran saya..”Ni kira dkwh gk ni..saling ingat-mngingati..”










******










Mjlis malam tu berakhir dgn sesi ta’aruf,kul 10 sume org dh bebas nk wat pape..Lgpn ktorg pnt..xkn nk pnjg2kn program smpi tgh mlm..pihak penganjur pn phm..







Ttbe saya trgerak hati utk brkongsi mslh ngn fasilitator yg ade kt situ..Saya rse ni la mse trbaik nk tnye pndpt die psl couple.Tapi saya tragak2..”kalo betulla couple tu salah..abistu,nk wat cmne? Aku kne clash ke? Aaah,watapie pikir cmtu..tnye je la.Kalo xwat salah nk watape tkut..”







Lalu saya mnghampiri Brother fasilitator tu..Mse tu die tgh belek2 trjemahan quran die sorg2..







“Assalamualaikum, bang, saya nk tnye sket bule?”







“Em,boleh..duduklah. Nta nk tnye ape?”







“Er..cmni,saya nk tnye sket. Sblom saya trlibat ngn dkwh ni, saya ade la knl sorg kwn ni, prmpuan la. Tapi bknla stakat kwn biase..rapat gk la. Bkn rapat biase,tapi rapatla..”







“Bercinta ke?”







Saya malu nk tckp yg saya couple. Kg ape lk brother tu kate..msti die pndg slack nnt. Saya angguk je la. Pstu saya tnye..







“Sbnanye..couple ni boleh ke tak bang?”







“Akhi, mmg fitrah manusia, lelaki akan trtarik kpd perempuan, bgitu juga perempuan akn trtarik kpd lelaki. Tapi dlm islam, perasaan tu prlu ada batasnya. Pergaulan prlu dijga. Kn Allah firman dlm surah Al-Isra’, surah ke 17, dlm ayat yg ke 32:




Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”







“Tapi bang,saya xnmpk pn mnghampiri zina.Niat kami baik. Saya dh cuba sdaya upaya mngawal perhubungan kami. SMS2 pn xdela jiwang2,slalu bg tzkirah. Kami selang2 bg, harini saya, esok die. Kn ke baik tu?”







Saya xnk mengalah.







“Mmg betul niat nta baik. Tapi igt,niat xpernah mnghalalkan cara. Yg batil ttapi batil, yg haq ttapi haq. Cbe tgk ayat ni.”







Smbil brother tu bkk quran die, dan tnjuk kt saya ayat ni:




Dan (juga) kaum Ad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah),sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam. (Surah Al-Ankabut,Surah 29, ayat 38)







“Akhi, kalo nta tgk ayat ni, setan telah buat nta pndg indah mnde buruk yg nta lakukan. Walopun nta brpandangan tajam,mksdunye nta berilmu tinggi.Mmgla pd mulanya niat nta baik, tapi igt, setan licik. Dia akn sdaya upaya buat nta trjerumus ke dlm kemaksiatan..”







Saya pn ckpla..







“Tapi bang, saya dh jnji ngn die xnk jmpe lg. Sbb saya tau kalo brjumpe nnt byk bhyenye. Dan die pn stuju. Kami sme2 mnjge diri. Xkn ia boleh mmbawa kpd zina jugak bang?”







“Em,btul,nta dh jnji xnk jmpe ngn die lg. Nta dh dpt elakkan zina mata, zina tangan, zina kaki. Kalo nta jnji xnk call die selalu, nta dpt elak zina telinga dan zina lidah. Tapi akh..msih ada zina yg ttapi nta xdpt elak bila bercouple..”







“Zina hati?” Saya mncelah.







“Betul, zina hati. Semua ni la yg Rasulullah jelaskan dlm hadithnya bagaimana menghampiri zina tu. Nta boleh check dlm Riyadhus Solihin, bwh bab larangan melihat wanita. Rasulullah sabda, mata boleh berzina dgn melihat,lidah boleh berzina dgn kata2, tgn boleh brzina dgn brpgangan. Kaki boleh berzina dgn berjalan ke arah tmpt mksiat. Hati pula boleh berzina dgn merindui,mngingati, mmbayangi si die.Hakikatnye,cmne pn nta wat, nta ttapi xdpt lari drpd zina hati.”







Saya terdiam..kelu. Xtau nk kata apa2.Sume yg brother tu kate xnmpk pe yg salahnya. Pstu die smbung..







“Ana dulu pn couple gk. Lg lme drpd nta.Sjk skolah smpi dh msuk U, dkt nk gred. Tapi bila ana sdar psl ni, ana trus tinggalkan. Ana siap dh pikir, dialah bakal isteri ana, yg akan jd ibu kpd anak2 ana. Kalo nk ikutkan lg besar mslh ana drpd nta.”







“Saya riso la bang. Nnt pe kwn2 die kata.Dulu saya slalu mntk tolong diorg utk rpt ngn die. Sure nnt diorg sume xpuas hati jgn saya. Dan die sndri lak, saya takut pape akn jd kt die kalo die xdpt trima keputusan ni. Sbb kami dh rapat sgt2″







Mse tu saya dh mule sebak dah. Malu tol.Nangis dpn brother tu cte psl mnde ni.Ntah pape. Seb baik xde org len tgk mse tu. Brother tu jwb..







“Kalo kwn2 die xpuas hati pn, diorg nk watapie? Paling truk pn,diorg akn mngata di blakang nta. Nta x kurang sket pn. Lg pn, dalam berdakwah ni, kita nk cari redha Allah, biarlah org nk kata ape2 skali pn, yg pnting redha Allah. Kalo Allah xredha, sumenye dh xbrmkne lg.”







Saya trdiam lg.







“Psl die plak, cbe nta pikir dr sudut positif, mungkin die akn trima keputusan nta scara matang. Mungkin dia juga akn buat keputusan utk tidak lg bercouple.Ana yakin,die xkn buat apa2 perkara bodoh. Kalau die wat skali pn, tu bkn tggungjwb nta, ape yg nta nk wat tu btul, meninggalkan mksiat. Semua org akn tggung balasan atas perbuatannya sndiri.”







Saya dh xdpt thn lg. Mse tu saya nangis, saya dh sdar gy saya kne berhenti couple. Dh jelas skg, Couple tu haram.







“Jd cmne nk wat bang?”







“Ana dlu, hntr 1 sms je kt die. Ana trgkn die hubungan yg dibina tu salah. Mntk maaf, kita berakhir di sini. Tlg jgn cari saya lg. Pstu ana trus tuka no.Die xcontact ana lgsung dh pstu.”







“Mksudnye, saya xleh cntct die lg ke? Tapi bang, saya ade gk kwn prmpuan lain,leh lk saya cntct diorg?”







“Dgn die ni lain. Nta dh pernah ade ’sejarah’ ngn dia. Tapi, kalau nnt ditaqdirkan nta satu universiti ngn dia,satu kuliah, pstu kne lk wt group discussion, mse tu nta hnye lyn die juz sbg group discussion partner.”







Ttbe saya trfikir..
“Die ni nk suro aku clash mlm ni gk ke?Skg gk? Xknla awl sgt?”







Saya ckp..



“Saya rasa saya lom ade kekuatan la bang.Leh x saya tggu smpi saya ade kekuatan br saya tgglkn mnde ni?”







Saya bajet nk lari la. Skali die jwb..



“Akh, nta kne igt. Kekuatan tu xleh ditunggu, tapi ia prlu dibina. Allah xkn ubah keadaan sesuatu kaum sehingga kaum itu mngubah keadaan dirinya sndiri,leh rujuk surah Ar-Ra’du,surah ke-13,ayat 11. Lgpn,nta nk tggu smpi bile bru nk tgglkn couple ni..abg2 kt sini pn ramai yg prnh couple, bile msuk dkwh, diorg tgglkn.”







Alamak…xleh lari lgla nmpknye..saya rase cm brother ni pkse saya clash mse tu gk.



“Sumenye dh jelas rsenye..Nmpknye saya kne tgglknla mnde ni gk ye. Cm xlrt rsenye nk tkn button tepon ni. Rse xsggup.”



“Kalo xsanggup meh ana tolong tekankan.”



“Eh, xpe la bang. Biar saya taip sndri.”







Tragak2 saya nk taip mse tu..Tapi saya gagahkn gk diri..



“Semuanya dh jelas..buat ape aku tgguh2 lg. Tkut nnt hidayah ni Allah tarik, ssh lak nk tgglkn. Kn aku salu doa supaye dijauhkn dr mksiat..jd rsenye, inilah msenye..”



Lalu perlahan-lahan saya taip sms tu..










Berat tul nk hntr msg tu kt awk. Saya msih xmmpu nk ucap slmt tggl. Sbb tu dlm sms tu saya juz akhirkan dgn ucapan salam.







selepas beberapa ketika, saya tekan gak button.



[SEND].







Pstu tertera kt skrin..



[SENDING..]



[MESSAGE SENT]







Mse tu saya rse cm sparuh idup saya dh hilang. Cm xcaye je..saya dh hntr 1 sms, dan clash ngn awk..







“Terima kasih bang..”



“Takpe, dh tggungjwb..”







Mlm tu saya saya tdo ngn linangan air mata..X sangka..mmg x disangka..Saya mmg xpnh trpikir utk clsh, tapi tu la yg terbaik untuk kita sbenarnya..







Teringat ayat Allah..surah Al-Baqarah,ayat 216..Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.






*******






Masa terus berlalu..Saya trus sibukkan diri ngn keje2 lain..Dlm usaha nk lupekan awk..bkn sng..tapi saya trus cuba.







Saya slalu bg tzkirah..igtkn org..Saya bg taklim kt msjid, cte kt org,couple haram, tunjuk sgala dalil..Mcm2 yg berlaku…ade kritikan..ade gk yg stuju..tapi xkesahlah sume tu..







Saya rse awk stil xleh lupekan saya..Saya pn pk..kne tgskn rsenye..Pstu saya hntrlah sms ni..Dan rasanya itulah yg terakhir..







“Tiada yg lebih indah drpd mndapat keredhaan ilahi..seindah manapun gubahan pertama tu, slagi xmndpt keredhaanNya,ttapi xbrguna..”







Assalamualaikum..saya tau dlu saya ckp, kalo ade jodoh, insayaa-Allah akn bertemu juga.Tapi saya xnk awk tggu. Lupekan saya.Biar Allah yg menentukan..Lg 1, jgn cari cinta manusia,ia pnuh dgn pnipuan,kekecewaan,dan xkekal..







Tapi carilah cinta Allah..tiada penipuan,tidakkan pernah mengecewakanitulah cinta abadi..Cinta yg diredhai..







-Yang Terakhir- “



[SEND]



[SENDING..]



[MESSAGE SENT]







Saya dh buat keputusan. Saya psti apa yg saya buat ni btul. Saya yakin, Allah akn sediakan yg terbaiku ntuk saya.Saya xkn berpatah balik..Xkan..buat selama-lamanya.ikuutilah saya, inilah jln terbaik bg kita.. saudara2 ku






*special thanks to nashwa~

Read more...

Zina Hati STORY (Part 1)

ZINA HATI...


Hati tempat jatuhnya pandangan Allah, jika piala hati itu telah dikotori dengan lagak "zina hati" (terfikir akan teman lelaki/wanita) maka apakah kan terpandang hati itu oleh Allah lagi? sama-sama kita renungkan dan menyusun taubat. whlm.

p/s:"Jagalah hati, jangan kau kotori"

Maaf

"Siti Syazwani. Happy Birthday! Semoga kamu akan sentiasa dirahmati Nya… All the best in everything you do… Jaga diri & iman baik-baik ya~…
-Amin, UK-"

Aku mencapai telefon mobilku dan membelek-belek SMS ucapan hari lahir yang diterima minggu lepas. Cukup ringkas. Namun. Aku masih tertanya-tanya mengapa Amin hanya mengirimkan SMS sahaja kali ini? Jika tidak, tahun-tahun sebelum ini pasti sudah ada kad besar dan bermuzik akan tiba beberapa hari sebelum hari lahir ku. Dah lah pakai nombor orang lain, siap tulis nama penuh aku pula tu. Tak pernah pula dia tulis macam ni… Ish, hati mula ragu-ragu. Menyangka sesuatu yang tak baik sedang berlaku.


Adakah dia sudah ….? Argh, tak mungkinlah! Dia dah kata takkan ….

Aku teringat ketika dia pulang bercuti pada musim summer tahun lepas. Namun, sebelum itu aku sudah rasa banyak perubahan berlaku pada dirinya. Dia telah mula banyak memberi nasihat-nasihat baik ketika kami berhubung sama ada melalui telefon, SMS, email, YM dan juga friendster. Dan ketika itu. Aku mendapat cuti seminggu dan telah bercadang untuk turun ke KL dengan kakak melawat saudara-mara, dan sambil-sambil itu bolehlah juga berjumpa dengan si Amin. Setahun sekali tak salah rasanya. Melepas rindu lah sedikit. 'Boring' juga kalau asyik berhubung melalui telefon saja. Lagipun Kuantan-KL sekarang boleh travel dalam 3 jam 1/2 dah. Ulang-alik setiap hari pun boleh.

Di KL. Aku telah menghubunginya dan cuba mengajak untuk berjumpa. Dia menolak ajakan aku untuk keluar berjalan-jalan daripada pagi sampai ke petang. Dia hanya boleh berjumpa dengan ku seketika sahaja pada petang hari. Walaupun dia beralasan sibuk, tapi aku tahu dia taklah sesibuk mana. Nak tak nak. Aku terpaksalah menerima sahaja cadangannya. Asal boleh berjumpa, ia sudah cukup bagi aku. Dan petang itu kami taklah ke mana-mana sangat. Ronda-ronda sahaja dengan kereta Wira kesukaannya itu. Selepas ber-Asar di Masjid Wilayah, Amin membawa aku ke sebuah restoran dan kami makan 'early dinner' di situ. Kemudian, satu detik yang agak 'mengingatkan' bagi aku adalah sewaktu kami dalam perjalanan menghantar pulang aku ke rumah saudaraku…

Dia ada bertanya "Apa beza kita dengan mereka kat situ tu ye?" Amin menunjuk-nunjuk ke arah beberapa pasang 'couple' yang sedang lepak berdua-duan di tempat-tempat duduk sepanjang sebuah taman. Aku tergamam sekejap. Huh. Agak menduga, tapi 'simple' saja. "Ala, kita ni baik sikit. Tak ada pegang-pegang. Tutup aurat elok. Sampai waktu solat, kita solat. Erm… Islamik sikit lah pendek cerita!."

"Hmm.." Amin hanya mengangguk-angguk.

"Dalam Islam ada ke macam ni?" Amin menduga lagi.

Erk… Semakin terkesima aku dibuatnya. Kali ini aku terus diam terpaku. Aku tahu dia lebih banyak tahu selok-belok masalah benda-benda macam ini. Kalau aku jawab lagi, mesti dia 'counter' lagi. Huh. Diam sahaja lah!

"Erh, abaikan saja lah. Saja saja saya tanya…" Amin cuba menyedapkan hati.

Tidak lama selepas Amin terbang pulang semula ke UK untuk menyambung sesi pelajarannya yang baru, dia ada menghantar satu email kepada ku untuk menerangkan kedudukan dan tujuan dia bertanya akan hal itu. Aku sudah mula faham sedikit-sebanyak yang aku perlu mengawal hubungan yang masih tidak 'rasmi' ini. Dan sejak daripada itu dia tidak pernah langsung menelefon aku. SMS pula hanya bertanyakan tentang pelajaran sahaja. Itu pun boleh dibilang dengan jari. Namun. Aku bersyukur dan gembira kerana dialah yang membuat aku berubah untuk jadi lebih baik dan lebih faham Islam. Jika dulu pakaian aku agak ketat dan singkat, kini sudah banyak yang labuh dan longgar aku beli. Tudungku pun pernah ditegurnya agar melabuhkan ke bawah dada. Dialah yang memperkenalkan padaku apa itu usrah dan dakwah. Dia juga ada berpesan - 'Jaga hubungan dengan Allah tu lagi penting. Insya Allah, kemudian Dia akan jaga hubungan kita.'

Jadi, apakah yang akan berlaku selepas ini? Hatiku masih tak tenteram memikirkan SMS ucapan hari lahir itu. Macam-macam sangkaan buruk bermain-main dalam hati yang mula busuk ini. Aku masih setia menanti kepulangannya. Dan aku yakin dia juga setia pada aku. Aku tak pernah memikirkan lelaki-lelaki lain selain dia. Dan aku yakin dia juga tak pernah nak menggatal dengan perempuan-perempuan lain. Dia taklah seperti kebanyakan lelaki yang 'playboy' pada masa kini.

Ops! Mungkin agak kasar untuk berkata sedemikian.

'Tuuut. Tuuut...' Nada dering SMS berbunyi. Nombor Amin yang terpapar.

"Esok free tak? Boleh kita chatting?"

"Boleh... Saya free saja." jawab aku ringkas. Erm, mesti dia saja nak buat 'surprise.' Aku dah agak dah, takkanlah dia hantar SMS saja untuk 'wish birthday. Aku. Keyakinan aku mula bertambah. Dia masih sayang padaku.

"Ok.thank you..." balasnya pula.

Keesokannya. Aku menanti awal dia online.

'untuk. untuk. untuk..' Amin has signed in.

Oh, tepat sungguh waktunya...

Amin: assalamualaikum wbt.

Wani: wsalam…

Amin: apa khabar? sihat? iman baik?

Wani: alhamdulillah. .. sihat2..=) awak?

Amin: alhamdulilah… baik2 juga… iman selalu turun naik sejak kebelakagn ni… tapi tak mengapa, ok saja semua

Wani: awak tak balik ke tahun ni? btw, thanks for the birthday wish last week...

Amin: welcome… tak balik. banyak kerja sikit tahun ni… lagi pun saya nak try bekerja… cari duit...

Wani: wah, rajinnya... baguslah!

Amin: hurm...

Amin: study macam mana?

Wani: ok saja... new sem ni berat sikit.. Jadual pack.

Amin: oic...

Amin: tak mengapa, study rajin2 ye..

Amin: hurm, dah lama nak tanya ni sebenarnya…

Amin: hurm…

Wani: apa dia? tanya lah… sila2..

Amin: 1st of all sorry dulu ye… hurm, apa pendapat awak tentang kita sekarang?

Wani: erh… macam awak kata dalam email tu dulu yang kita ni kan 'kawan'… tak lebih daripada tu… tapi, special sikit… tiada couple-couple macam org lain… declare pun tak kan?

Wani: so, statusnya kawan saja lah…

Amin: hurm…

…..

Wani: erh, tak betul ke?

Amin: hurm.. ni opinion saja lah - antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram, tiada perhubungan yang lebih akrab melainkan hubungan suami isteri sahaja… yang lain-lain.. atas alasan apa sekali pun ia tak patut diterima..

Aku tergamam seketika. Tertampar keras juga rasanya…

Wani: jadi…

Amin: saya rasa kita harus stop… stop untuk berpisah…

Amin: sebab……

Amin: sebab saya sedar yang semua ini adalah salah dan juga keliru…

Amin: benda ni akan buatkan hati ternodai… zina hati akan banyak berlaku…

Amin: walaupun kita jauh, tak call, tak jumpa dll, tapi hati tetap ber'zina'…

Amin: huh…

Amin: saya bercakap itu dan ini pada org ramai… tapi, dalam masa yang sama saya meyelindungi sesuatu yang tak sepatutnya saya buat…

Amin: kononya Islamik…

Amin: saya rasa cara ni tak betul… kita sebenarnya yang dah menyarungkan benda yang tak baik ni dengan Islam… then, org nampak Islamik…

Amin: saya rasa tak ada beza pun kita dengan org lain yang duduk ber'couple2' ini..

Amin: hurm…..

Amin: jadi, saya rasa kita harus berpisah…

Amin: demi menjaga diri…& sama-sama untuk kembali harungi hidup dalam redha Ilahi…

Amin: sorry… sorry banyak-banyak untuk segala apa yang telah kita buat…

Amin: dan sorry juga sebab telah membawa awak ke jalan yang lupa pada-Nya…

Amin: andai ada jodoh, moga dipertemukan…

Astaghfirullahalazi m. Aku beristighfar panjang. Ku kesat peluh di dahi… Air mata jahiliyah ku deras menitis membahasi meja. Sedikit terpercik pada keyboard laptop. Aku tak sangka perkara seperti ini akan terjadi sepantas ini. Ringkas, lembut, berhikmah serta points-nya yang jelas membuat aku tak dapat membantah dan berkata-kata. Sedih, pilu, kecewa, dan sesekali timbul rasa kesal pun ada. Tapi, semua itu tak bermakna lagi…

Aku tak mampu lagi untuk menyambung perbualan tersebut. Ku pasrah dan terima sahaja keputusan yang dibuat oleh Amin itu. Di saat ini, hanya Allah yang bisa mendengar bisikan hati rapuh ini. Dialah juga tempat ku pohon keampunan atas segala kekeliruan yang telah aku timbulkan. Rupanya selama ini aku telah tertipu dengan biskan musuh, mengikut jalan taghut, mencampurkan halal dan haram, serta mengandunkan yang Islam dan al-hawa…

Cinta hakiki hanyalah pada Allah…

Tiba-tiba aku teringat hadis halawatul iman yang pernah dibincangkan oleh naqibah aku tak lama dahulu; pertama-tama sekali mestilah mencintai Allah dan RasulNya lebih daripada makhlukNya, kemudian mencintai seseorang itu hanya kerana Allah dan akhir sekali, mesti benci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci dicampakkan dirinya ke dalam api neraka. Dengan demikian barulah dapat merasai kemanisan iman itu.

Hanya Allah sahajalah yang layak memberi hidayah kepada sesiapa yang dikhendakiNya. Moga-moga Dia kuatkan dan teguhkan hatiku menghadapi dugaan ini dan moga-moga diringankan beban yang kupikul ini.

Aku terus menjawab ringkas….

Wani: thanks & sorry too… saya terima… Alhamdulillah…

Wani: moga awak bahagia dan sukses selalu di sana. doakan saya juga.

Wani: wassalam.

Signed out

Aku merasakan hubungan tiga tahun yang terbina itu memang salah pada dasarnya. Bagaimana mungkin ia dapat mewujudkan sebuah keluarga yang menjunjung Islam jika asasnya terbina melalui cara al-hawa? Ya, kami memang saling menasihati dan bertazkirah, saling mengejut Qiamulali, saling menghantar SMS ayat-ayat Quran serta hadis, tapi semua itu memang tak betul caranya. Aku sedar yang kami telah mempergunakan Islam untuk mencapai matlamat peribadi… Astaghfirullah. . Syukur pada Mu ya Allah kerana lekas mengembalikan ku pada jalan redha-Mu.

"Sayang… Cepat turun ni. Nurul dah nak sampai." Ops! Tersedar daripada lamunan kisah 15 tahun lepas itu tatkala mendengar sahutan suamiku, Muhammad Aqil untuk bersiap menyambut tetamu istimewa kami Nurul dan Amin.

"Ya bang, Wani turun…"

Alhamdulillah… Siap semuanya. Aku menutup lid laptopku dan bergegas turun ke bawah. Aku sudah bersedia untuk membentangkan 'presentation' kepada beliawan-beliawanis negara mengenai Cinta Remaja dalam program 'Belia Negara 2057' esok. Aku sangat bersyukur menjadi siapa diri aku sekarang ini dan aku mengharapkan belia-belia harapan negara dapat kembali kepada cara fitrah yang sebenar dalam menguruskan soal cinta.

Read more...

~Jawapan Kepada ZINA HATI~

Soalan

thank you atas penjelasan tu.

tp, secara jujur saye katekan, sepanjang kami berkenalan, kami hanya
berjumpa beberapa kali bersama2 teman perempuan saye. kalau diikutkan
perangai saye yg sebenar, saye bukanlah jenis yg pemalu sgt tp apabila
saye
berjumpa dgn dia, saye memang 100% malu. saye akan kurang bercakap dan
cube
mengelak dr pandang wajah dia. same juga dgn dia. kami tidak
berjalan/duduk
terlalu rapat. so, boleh dikatakan secara fizikalnya, kami menjaga diri
masing2 dr melakukan maksiat.

cume yg mengelirukan saya dan buat saye resah, saye takut diri saye
terjebak dgn “zina hati” bile saye teringat psl dia. biasanya, saya
akan
membayangkan saat2 kami berjumpa, kata2 dia dan kadang2 saye mcm
berangan2
berumah tangga dgn dia. saye cube elakkan dr bayangan sexual semata2
sebab
saye tahu itu memang jelas haram. tp, yg selalu terbayang dlm fikiran
saye,
kehidupan kami as suami isteri contohnya, saye masak utk dia, bermesra
dgn
anak2. itu memang selalu saye fikirkan. so, adakah itu salah satu dr
“zina
hati”?

memang terlintas di hati saye utk berkahwin tp usia kami terlalu muda
dan
kami masih belajar. kami tidak pernah berbincang psl perkahwinan. apa
yg
dia selalu bgtau saye, dia suruh saye bersabar and tunggu beberapa
tahun lg
utk kami habiskan pengajian. setakat ini, saye masih lg boleh kawal
nafsu
sexual saye tp yg saye tak bole kawal adalah perasaan rindu sebab kami
berjauhan. perasaan tu la yg buat saye lalai sedikit sebyk. saye cube
tenangkan fikiran saye dgn solat sunat, baca Quran tp tu tak kekal
lame.

saye harap, saudara bole tolong beritahu saye, the best way yg saye
bole
buat supaya saye tidak terjebak dgn “zina hati” selain drpd berkahwin..

thank you!

Jawapan

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil
Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Segala puji saya panjatkan kepada Allah di atas kesempatan yang
diberikan
untuk menjawab pertanyaan yang telah saudari kemukakan. Saya mengirakan
saudari tidak berapa jelas akan jawaban yang telah saya berikan tempoh
hari. Saya bermohon kepada Allah swt agar sentiasa menjaga niat kita
semata
mata mencari kebenaran dan tidaklah mencari alasan dalam kebenaran utk
memuaskan hawa nafsu kita.

Semoga Allah menempatkan kita ke dalam golongan golongan yang
dikehendakinya; yang beroleh kebaikan sebagaimana yang di sabdakan oleh
Rasulullah saw:

“Apabila Allah berkehendakkan kebaikan bagi hambaNya, maka akan
difakihkannya dengan agama, di zuhudkannya dengan dunia dan
diperlihatkan
kesalahan kesalahannya”
(Riwayat Baihaqi dari Anas r.a)

Sesungguhnya syaitan adalah musuh kita yang nyata, yang sentiasa
menyerukan
kepada kesesatan dan kehancuran, yang sentiasa membaluti kemungkaran
dengan
kebajikan untuk mengaburi mata sekelian manusia kecuali hamba hamba
Allah
yang ikhlas.

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa
aku
sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan
maksiat)
di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali
hambahamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.
(Al Hijr 15:39-40)

Saya memohon kepada saudari untuk menekuni, mencermati dan menyabari
atas
tulisan saya ini. Saya akan menerangkan dari satu hal kepada hal yang
lain
yang saling berkaitan untuk memberi kefahaman yang utuh kepada saudari.
Kewajiban pada saya untuk menukilkan segala apa yang saya tahu buat
saudari
dengan disertakan segala hujah hujah yang jelas dan nyata agar
terungkai
segala permasalahan.

“Katakanlah :Inilah jalanku, mengajak manusia kejalan Allah di atas
hujah
hujah yang nyata, aku dan orang orang yang mengikutiku, dan aku
tidaklah
termasuk orang orang yang musyrik”
(Yusuf 12:108)

Di sini saya berpegang kepada pendapat Prof Dr Yusuf Qardawi yang
mengatakan ;

“Saya merasa tidak sependapat dengan teori sebahagian ulama’ masa
dahulu
dan sekarang dalam memberikan jawapan kepada pertanyaan orang yang
sedang
menghadapi kemusykilan, di mana mereka hanya menjawabnya dengan kalimah
kalimah seperti perkara ini boleh dan perkara itu tak boleh atau
perkara
ini halal dan perkara itu haram. Menurut hemat dan pandangan saya,
bahawa
seorang mufti adalah juga seorang guru, pembimbing, pemimpin, doktor
dan
juga penyuluh masyarakat. Oleh sebab itu dia mesti berusaha untuk
memberikan penjelasan dan pengertian yang secukupnya bagi jawapan
jawapan
yang disajikan kepada orang yang bertanya. Dengan cara demikian, orang
yang
belum tahu dapat mengerti dan orang orang yang tidak dapat tahu dapat
belajar dan orang yang lupa dapat diingatkan.”

Saudari telah bertanya berkaitan dengan keadaan saudari yang khuatir
terjebak dengan apa yang dikatakan sebagai “zina hati” akibat dari
perhubungan saudari dengan seorang lelaki. Saya difahamkan bahawa
saudari
masih lagi menjaga batas2 pergaulan sebagai contoh, berjalan/duduk
tidak
terlalu rapat, mencuba sedaya upaya dari memandang wajah masing masing
dan
keluar ditemani oleh teman teman perempuan yang lain.

Sebelum kita melangkau lebih jauh lagi, mari kita lihat hadith
Rasuslullah
saw yang berkaitan dengan zina hati.

“Telah ditetapkan atas manusia bagiannya dari zina. Ia pasti
mendapatkan
hal yang demikian itu. Zinanya mata adalah memandang, zinanya telinga
adalah mendengar, zinanya lidah adalah berbicara ,zinanya tangan adalah
meraba, zinanya kaki dengan melangkah dan zinanya hati dengan
berkeinginan,
berangan angan dan membenarkan atau mendustakan kemaluan.”
(Riwayat Bukhari,Muslim,Abu Daud dan lain lain)

Sekarang mari pula kita lihat ayat Allah swt yang mengharamkan
perbuatan
zina dan sekaligus mengharamkan segala perbuatan yang menjurus ke
arahnya.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”
(Al Israa 17:32)

Di sini Allah telah mengisyaratkan bahawa perbuatan zina adalah haram
dan
segala jalan yang menuju ke arahnya menjadi haram. Sebagai contoh,
dapat
kita ketahui bahawa menonton pornografi akan mendorong kepada zina,
maka
hukumnya haram. Begitu juga dalam perihal bercouple, dapat kita
saksikan
kini betapa ramai muda mudi yang terlanjur akibat dari bercinta, maka
hukumnya turut menjadi haram. Saya cukupkan dulu di sini akan
perbahasan
yang berkaitan hukum bercouple untuk membolehkan kita membahaskan hal
yang
lain.

Sekarang mari kita meneliti kedudukan cinta dalam hati manusia yang di
ajarkan oleh Islam.

” Katakanlah: “Jika bapak bapak, anakanak, saudara saudara, istri
istri,
kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang
kamu
khawatiri kerugiannya, dan rumah rumah tempat tinggal yang kamu sukai,
adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari)
berjihad di
jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya.” Dan
Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang orang fasik.”
(At Taubah 9:24)

” Dan di antara manusia ada orang orang yang menyembah tandingan
tandingan
selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.
Adapun orang orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika
seandainya orang orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka
melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah
semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka
menyesal).”
(Al Baqarah 2:165)

“Katakanlah: “Jika kamu (benar benar) mencintai Allah, ikutilah aku
(Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa dosamu.” Allah
Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Ali Imran 3:31)

“Tidak sempurna iman seseorang sebelum ia lebih mencintaiku berbanding
bapanya, anaknya dan seluruh umat manusia”
(HR Bukhari)

Sesungguhnya bagi seorang yang beriman, wajib baginya untuk meletakkan
kecintaannya pada Allah, RasulNya dan pada jihad di jalanNya lebih dari
segala bentuk kecintaan yang lain walaupun pada ibubapanya sendiri.
Sedangkan yang terkait perhubungan di antara dua jantina yang bukan
mahram
Allah menegaskan bahawa ianya bukanlah cinta tapi syahwat semata.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan syahwat kepada apa
apa
yang diingini, yaitu: wanita wanita, ??.”
(Ali Imran 3:14)

Maka jelaslah di sini bahawa percintaan antara bukan mahram adalah
sesuatu
yang tidak diajarkan di dalam Islam. Ianya tidak terdapat dalam Sirah
Rasulullah saw, para sahabatnya dan kehidupan para salafus soleh, dan
sesungguhnya dunia Islam sedia maklum bahawa zaman merekalah sebaik
baik
zaman yang pernah wujud dalam sejarah Islam dan kepada merekalah kita
mengambil tauladan.

Sekarang mari kita meneliti pula batasan batasan yang telah ditetapkan
oleh
Islam terhadap pergaulan antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram.
Kita biasa mendengar bahawa rata rata pasangan mengatakan bahawa Islam
membenarkan pergaulan lelaki dan perempuan yang bukan mahram cuma saja
ia
ada batas batasnya. Cuba kita tanya mereka semula, tahukah mereka
apakah
batas batasnya?

Ayuh kita renung firman Allah ini :

” Katakanlah kepada orang laki laki yang beriman: “Hendaklah mereka
menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah
lebih
suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka
menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya?.. .”
(An Nuur 24:30-31)

” Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang
disembunyikan
oleh hati.”
(Ghafir 40:19)

Dan seterusnya pada hadith Nabi saw :

Dari Jarir r.a, ia bertanya kepada Rasulullah saw tentang memandang
secara
mendadak. Baginda pun menjawab :”Palingkanlah pandanganmu”
(HR Muslim dan Tirmidzi)

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan
sekali-kali
dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya,
karena yang ketiganya ialah syaitan.”

(Riwayat Ahmad)

“Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri dengan
seorang
perempuan, kecuali bersama mahramnya.”

Imam Qurthubi dalam menafsirkan firman Allah yang berkenaan dengan
isteri-isteri Nabi, yaitu yang tersebut dalam surah al-Ahzab ayat 53,
yang
artinya: “Apabila kamu minta sesuatu (makanan) kepada mereka
(isteri-isteri
Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Karena yang demikian itu lebih
dapat
membersihkan hati-hati kamu dan hati-hati mereka itu,” mengatakan:
maksudnya perasaan-perasaan yang timbul dari orang laki-laki terhadap
orang
perempuan, dan perasaan-perasaan perempuan terhadap laki-laki. Yakni
cara
seperti itu lebih ampuh untuk meniadakan perasaan-perasaan bimbang dan
lebih dapat menjauhkan dari tuduhan yang bukan-bukan dan lebih positif
untuk melindungi keluarga.

Ini berarti, bahwa manusia tidak boleh percaya pada diri sendiri dalam
hubungannya dengan masalah bersendirian dengan seorang perempuan yang
tidak
halal baginya. Oleh karena itu menjauhi hal tersebut akan lebih baik
dan
lebih dapat melindungi serta lebih sempurna penjagaannya.

Insyaallah saya akan mengungkapkan satu kisah yang terjadi di kala
pemerintahan Amirul Mukminin Umar Al Khattab r.a. Pada suatu hari,
beliau
mendengar keluhan seorang wanita yang mengatakan “Alangkah indahnya
andai
aku menjadi surirumah si fulan”. Lantas Umar memanggil pemuda yang
disebutkan wanita tersebut dan mengarahkannya untuk menggondolkan
kepalanya. Nyata ketampanan pemuda tersebut lebih terserlah dengan
kebotakannya, lantas Umar mengarahkannya untuk keluar daerah. Jadi,
kalau
dilihat apakah kesalahan pemuda tersebut? Tiada apa apa cuma Umar
bimbang
akan zina hati yang telah menguasai wanita tersebut.

Di sinilah dapat kita lihat bagaimana tegasnya Umar r.a menjaga
rakyatnya
dari terjebak dari zina hati yang di larang oleh Islam. Di zaman
dahulu,
ketika Islam masih lagi berkuasa di atas muka bumi, permasalahan ini
tidak
pernah timbul. Anak perempuan masih lagi malu malu untuk keluar rumah,
mereka hanya menanti di rumah menunggu pinangan lelaki, dan andaikata
mereka terjerumus ke dalam kancah percintaan yang di luar perkahwinan,
mereka akan dicemuh oleh segenap masyarakat.

Dan apabila keadaan mula berubah, wanita sudah mula mendapat tempat di
universiti universiti, mereka sudah mula menjadi pegawai pegawai di
jabatan
awam dan di sinilah bermulanya satu budaya yang di ceduk dari Barat
iaitu
bercouple. Dan sebegitu hebatnya perancangan yang dilakukan oleh Barat
sehinggakan mereka telah mengubah satu adat yang bersesuaian dengan
Islam
kepada apa yang bersesuaian dengan adat mereka.

” Orangorang Yahudi dan Nasrani tidak akan redha kepada kamu hingga
kamu
mengikuti agama mereka. Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah
petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan
mereka
setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi
pelindung dan penolong bagimu”.

(Al Baqarah 2:120)

Islam adalah agama yang sesuai untuk setiap zaman. Hukumnya ada yang
tetap
seperti asal dan ada yang berubah mengikut zaman. Dan ulama tidak
pernah
memberi kelonggaran kepada para muda mudi untuk bercinta di luar
perkahwinan kerana nyatanya ia adalah bukan sesuatu dari Islam dan ia
pasti
akan membawa kerosakan. Ia dapat dipastikan sendiri pada ketika ini,
betapa
hancurnya akhlak muda mudi kita akibat dari apa yang mereka namakan
sebagai
sebuah cinta suci.

Saudari telah meminta saya untuk memberikan solusi kepada satu
permasalah
yang berkaitan dengan zina hati akibat dari bercinta dan saya tidak
dapat
memberikan satu pun jawaban kerana mana mungkin untuk menerangkan cara
mengelakkan zina hati yang haram andaikata bercinta itu sendiri adalah
sebahagian dari jalan ke arah zina itu sendiri. Saudari mahu
menyelesaikan
satu permasalahan secara Islamik (mengelakkan zina hati) terhadap satu
permasalahan yang tidak Islamik (bercouple). Nescaya saudari tidak akan
menemukan jawabannya.

Dan sesungguhnya saya tidak akan memberikan jawaban yang bertentangan
dengan Islam semata mata untuk menyenangkan hati saudari dan memuliakan
diri saya sendiri. Sesungguhnya, yang benar telah jelas benarnya, yang
bathil telah jelas kebatilannya. Sesungguhnya kebenaran pasti akan
menghancurkan kebathilan

“Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”.
Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.”

(Al Israa 17:81)

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah
jelas
jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa
yang
ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia
telah
berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan
Allah
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

(Al Baqarah 2:256)

Maka dengan itu, sekiranya saudari mahu satu solusi yang lain daripada
pernikahan, maka ianya tidak lain dan tidak bukan adalah berpisah
darinya
dan bertaubatlah kepada Allah dengan sebenar benar taubat. Andaikata
benar
dia adalah jodohmu, pasti Allah akan menemukan dirimu dengan dirinya di
dalam keadaan yang lebih baik. Sesungguhnye telah kering pena yang
menulis
pengaturan hidupmu. Telah tertulis di dalam Lauh Mahfuz siapa yang akan
menjadi suamimu.

Saya sendiri telah mengambil kedua dua langkah yang telah saya sarankan
kepada saudari iaitu berpisah atau bernikah. Saya telah mengambil
keputusan
meninggalkan pasangan saya kerana saya tahu ianya sesuatu yang
bertentangan
dengan Islam. Dan alhamdulillah saya juga telah mengambil langkah
dengan
bernikah dengan seorang gadis melalui cara yang lebih baik iaitu
melalui
pernikahan secara Islamik. Dan buat pengetahuan saudari, saya masih
lagi
seorang pelajar yang baru menganjak usia 21 tahun dan pernikahan saya
baru
berusia 7 bulan. Moga Allah memberikan kami rezeki dan rahmat dari
sisiNya

“Dan di antara tanda tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu
istri
istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda tanda bagi kaum yang
berpikir.”
(Ar Ruum 30:21)

“Dan kawinkanlah orang orang yang sendirian di antara kamu, dan orang
orang
yang layak (berkawin) dari hamba hamba sahayamu yang lelaki dan hamba
hamba
sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan
mereka
dengan kurniaNya. Dan Allah Maha luas (pemberianNya) lagi Maha
Mengetahui.”
(An Nuur 24:32)

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Daftar rujukan:

1. Terjemahan Al Quranul Karim
2. Kitab Tazkiyah ; Cahyadi Takariawan
3. Menyiapkan Anak Perempuan Solehah ; Munir Muhammad Al Ghadban
4. Perjalanan Ruhani Menuju Allah ; Said Hawwa
5. Selamatkan Putra Putrimu Dari Lingkunga Tidak Islami; Faramarz
Bin
Muhammad Rahbar
6. Agar Dicintai Allah; Abdul Hadi Hasan Wahbi
7. Mendidik Cara Nabi Saw; Najib Khalid al-’am
8. Fiqh Dakwah Muslimah; Dr Ali Abdul Halim Mahmud
9. Pusat Konsultasi Syariah, www.eramuslim.com, bahagian soal jawab.


Al Faqir Ila Allah
Abu Syuhada
Mohd Sahrularifin Ab Manan
Mechanical Maintenance Department (Trainee)
Centralized Utility Facilities (CUF) Gebeng,
Petronas Gas Berhad.

Read more...

  © Blogger template Leaving by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP